Rp4.000

Golongan: Obat Keras

Kelas Terapi: Diuretik  

Manfaat Furosemide 40mg : 

-Uderma yang disebabkan oleh payah jantung, sirosis hati, penyakit ginjal termasuk sindrom nefrotik.

-Hipertensi ringan sampai sedang dalam bentuk tunggal sampai kombinasi.

Bisa digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak

Bentuk obat: Tablet 

Stok 13

Kategori:

Deskripsi

Apa Itu Furosemide?

Furosemide adalah obat untuk mengatasi penumpukan cairan di dalam tubuh atau edema. Obat yang termasuk ke dalam kelompok diuretik ini juga bisa digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Furosemide bekerja dengan cara menghalangi penyerapan natrium di dalam sel-sel tubulus ginjal. Dengan begitu, jumlah urine yang dihasilkan serta dikeluarkan oleh tubuh akan meningkat.

 

Golongan: Obat Keras

Manfaat Furosemide 40mg : 

-Uderma yang disebabkan oleh payah jantung, sirosis hati, penyakit ginjal termasuk sindrom nefrotik.

-Hipertensi ringan sampai sedang dalam bentuk tunggal sampai kombinasi.

 

Dosis dan Aturan Pakai Furosemide 40mg:

Untuk uderma

  Dewasa : dosis awal : 20-80mg sebagai dosis tunggal, jika diperlukan dapat diulang dengan dosis sama 6-8 jam. Dosis dapat ditingkatkan 20-40mg setiap 6-8jam,sampai diuresis diharapkan. Kemudia dosis diberikan 1-2kali/hari.

Dosis dapat ditingkatkan sampai 600mg/hari pada pasien dengan keaadan uderma yang parah.

 Anak-anak : dosis awal : 1-2mg/kgBB sebagai dosis tunggal jika respon yang diharapkan tidak tercapai, dosis dapat ditingkatkan 1-2mg/kg, setiap 6-8jam sampai tercapai diuresis yang diharapkan. Dosis maksimal 6mg/kgBB. Untuk pemeliharaan dosis dikurangi sampai tingkat minimum efektif untuk pemeliharaan.

Untuk hipertensi 

 Dewasa : 40mg, 2 kali sehari, dosis disesuaikan dengan keadaan penderita.

 

Efek Samping

-Gangguan pada saluran pencernaan seperti : mual, diare, pankreatitis, jaundice, anorexia, iritasi oral dan gaster, muntah, kejang dan konstipasi.

-Reaksi hipersensitifitas : sistemik valkulitis, interstitial nephritis, necrotizing angiitis.

-Reaksi saluran saraf pusat : tinitus dan gangguan pendengaran, paresthesias, vertigo, dizziness dan sakit kepala.

-Reaksi hematologi : thrombocytopenia, hemolitik anemia, leukopenia dan anemia.

-Reaksi dermatologik : exfoliative dermatitis, erythema multiforma, purpura, photosensitivitas, urticarial, rash, pruritus.

-Reaksi kardiovaskuler : hipotensi orthostatik.

-Efek samping lain : hyperglycemia, glycosuria, hyperuricemia.

 

Peringatan Dan Perhatian

-Hati-hati pemberian pada penderita defisiesi elektrolit.

-Pemberian pada wanita hamil dan menyusui hanya jika benar-benar diperlukan dan hanya untuk jangka pendek.

-Pada overdosis dapat terjadi dehidrasi atau kekurangan elektrolit khususnya pada orang tua.

-Pemakaian jangka lama dengan takaran pemakaian yang besar disarankan melakukan pemeriksaan laboratorium.

-Jika terjadi peningkatan azotenia dan oliguria saat pengobatan penyakit ginjal yang berat, hentikan pengobatan.

 

Reviews

There are no reviews yet.

Reviews
Be the first to review “”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Quick Comparison

Settings removeRanitidin HCl tablet 150 mg removeIbuprofen Sirup 60 mL removeAtorvastatin Calcium tablet 20 mg removeParacetamol Tablet 500 mg removePiracetam Tablet 800 mg remove
Name removeRanitidin HCl tablet 150 mg removeIbuprofen Sirup 60 mL removeAtorvastatin Calcium tablet 20 mg removeParacetamol Tablet 500 mg removePiracetam Tablet 800 mg remove
Image
SKU
Rating
PriceRp4.000Rp6.000Rp6.000Rp65.000Rp4.000Rp16.000
Stock

Stok 13

Stok habis

Stok 5

Stok 5

Stok 103

Stok 7

AvailabilityStok 13Stok habisStok 5Stok 5Stok 103Stok 7
Add to cart

Tambah ke keranjang

Baca selengkapnya

Tambah ke keranjang

Tambah ke keranjang

Tambah ke keranjang

Tambah ke keranjang

DescriptionGolongan: Obat Keras Kelas Terapi: Diuretik   Manfaat Furosemide 40mg :  -Uderma yang disebabkan oleh payah jantung, sirosis hati, penyakit ginjal termasuk sindrom nefrotik. -Hipertensi ringan sampai sedang dalam bentuk tunggal sampai kombinasi. Bisa digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak Bentuk obat: Tablet Golongan: Obat Keras Kelas Terapi: Antagonist H2 Reseptor Manfaat Rabitidin : Obat Ranitidine digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti:
  • tukak lambung
  • tukak duodenum
  • tukak akibat penggunaan OAINS (obat anti inflamasi nonsteroid)
  • hiperasiditas
  • mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri H. pylori
  • refluks esofagitis..
Bisa digunakan oleh: Dewasa dan Anak-anak Bentuk obat: Tablet 150 mg
Golongan: Obat Keras Kelas Terapi: Analgesik non-opioid Manfaat Ibuprofen: Digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi, nyeri pasca bedah, sakit kepala, gejala artritis reumatoid, gejala osteoartritis, gejala juvenile artritis reumatoid, menurunkan demam pada anak. Bisa digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak Bentuk obat: Botol @100mg/5mLGolongan: Obat keras Kelas Terapi: penghambat HMG-CoA reduktase/statin Manfaat Atorvastatin Calcium 20 mg:  Sebagai terapi tambahan di samping diet, untuk menurunkan kadar kolesterol total dalam darah. Bisa digunakan oleh: Dewasa, anak-anak dan lansia Bentuk obat: TabletGolongan: Obat Keras Kelas Terapi: analgetik dan antipiretik Manfaat Paracetamol : Manfaat Paracetamol adalah untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Selain itu, fungsi Paracetamol adalah sebagai penurun demam. Bisa digunakan oleh: Dewasa dan Anak-anak Bentuk obat: Tablet 500 mgGolongan: Obat Keras Kelas Terapi Nootropik dan Neurotonik Manfaat Piracetam : Piracetam digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif, mioklonus serta dapat mengatasi kedutan pada otot, disleksia, vertigo dan cedera pada kepala.. Bisa digunakan oleh: Dewasa dan Anak-anak Bentuk obat: Kaplet
ContentApa Itu Furosemide? Furosemide adalah obat untuk mengatasi penumpukan cairan di dalam tubuh atau edema. Obat yang termasuk ke dalam kelompok diuretik ini juga bisa digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Furosemide bekerja dengan cara menghalangi penyerapan natrium di dalam sel-sel tubulus ginjal. Dengan begitu, jumlah urine yang dihasilkan serta dikeluarkan oleh tubuh akan meningkat.   Golongan: Obat Keras Manfaat Furosemide 40mg :  -Uderma yang disebabkan oleh payah jantung, sirosis hati, penyakit ginjal termasuk sindrom nefrotik. -Hipertensi ringan sampai sedang dalam bentuk tunggal sampai kombinasi.   Dosis dan Aturan Pakai Furosemide 40mg: -Untuk uderma   Dewasa : dosis awal : 20-80mg sebagai dosis tunggal, jika diperlukan dapat diulang dengan dosis sama 6-8 jam. Dosis dapat ditingkatkan 20-40mg setiap 6-8jam,sampai diuresis diharapkan. Kemudia dosis diberikan 1-2kali/hari. Dosis dapat ditingkatkan sampai 600mg/hari pada pasien dengan keaadan uderma yang parah.  Anak-anak : dosis awal : 1-2mg/kgBB sebagai dosis tunggal jika respon yang diharapkan tidak tercapai, dosis dapat ditingkatkan 1-2mg/kg, setiap 6-8jam sampai tercapai diuresis yang diharapkan. Dosis maksimal 6mg/kgBB. Untuk pemeliharaan dosis dikurangi sampai tingkat minimum efektif untuk pemeliharaan. -Untuk hipertensi   Dewasa : 40mg, 2 kali sehari, dosis disesuaikan dengan keadaan penderita.   Efek Samping -Gangguan pada saluran pencernaan seperti : mual, diare, pankreatitis, jaundice, anorexia, iritasi oral dan gaster, muntah, kejang dan konstipasi. -Reaksi hipersensitifitas : sistemik valkulitis, interstitial nephritis, necrotizing angiitis. -Reaksi saluran saraf pusat : tinitus dan gangguan pendengaran, paresthesias, vertigo, dizziness dan sakit kepala. -Reaksi hematologi : thrombocytopenia, hemolitik anemia, leukopenia dan anemia. -Reaksi dermatologik : exfoliative dermatitis, erythema multiforma, purpura, photosensitivitas, urticarial, rash, pruritus. -Reaksi kardiovaskuler : hipotensi orthostatik. -Efek samping lain : hyperglycemia, glycosuria, hyperuricemia.   Peringatan Dan Perhatian -Hati-hati pemberian pada penderita defisiesi elektrolit. -Pemberian pada wanita hamil dan menyusui hanya jika benar-benar diperlukan dan hanya untuk jangka pendek. -Pada overdosis dapat terjadi dehidrasi atau kekurangan elektrolit khususnya pada orang tua. -Pemakaian jangka lama dengan takaran pemakaian yang besar disarankan melakukan pemeriksaan laboratorium. -Jika terjadi peningkatan azotenia dan oliguria saat pengobatan penyakit ginjal yang berat, hentikan pengobatan.  Apa Itu Ranitidin ? Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala atau penyakit yang berkaitan dengan produksi asam lambung berlebih. Beberapa kondisi yang dapat ditangani dengan ranitidin adalah tukak lambung, penyakit maag, penyakit asam lambung (GERD), dan sindrom Zollinger-Ellison. Produksi asam lambung yang berlebihan dapat memicu iritasi serta peradangan pada dinding lambung dan saluran pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti rasa panas pada ulu hati dan tenggorokan, mual, serta kembung. Ranitidin bekerja dengan cara menghambat produksi asam lambung yang berlebih, sehingga gejala tersebut dapat mereda. Golongan: Obat Keras Manfaat Rabitidin : Obat Ranitidine digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti:
  • tukak lambung
  • tukak duodenum
  • tukak akibat penggunaan OAINS (obat anti inflamasi nonsteroid)
  • hiperasiditas
  • mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri H. pylori
  • refluks esofagitis..
Dosis dan Aturan Pakai Rabitidin: Tukak duodenum Dewasa:150 mg 2 kali sehari atau 300 mg 1 kali sehari selama 4-8 minggu.   Tukak lambung Dewasa: 150 mg 2 kali sehari selama 2 minggu.   Tukak Gaster dan Duodenum Terapi pemeliharaan: 150 mg pada malam hari sebelum tidur.   Pengobatan kondisi hipersekresi patologis: 150 mg, 2 kali sehari. Penyakit berat: hingga 6 g/hari. Esofagitis erosif: 150 mg, 4 kali sehari   Efek Samping : Efek Samping ranitidine yang mungkin timbul, antara lain sakit kepala, pusing, insomnia, halusinasi, sembelit, mual dan muntah, serta ruam. Anda juga mungkin merasakan nyeri sendi dan otot, gelisah, rambut rontok, dan kehilangan libido.   Penyajian : Diminum bersama makan untuk mengurangi iritsi pada lambung   Perhatian :
  • Obat Ranitidine sebaiknya tidak diberikan kepada orang yang pernah mengalami keluhan porfiria akut.
  • Obat Ranitidin tidak dapat dikomsumsi bersama obat berikut:
  • obat antijamur (seperti ketoconazole)
  • obat pengencer darah (seperti warfarin)
  • obat penyakit jantung (seperti prokainamid)
  • obat untuk infeksi HIV (delavirdine, atazanavir)
  • obat untuk gangguan tidur (seperti triazolam dan midazolam)
  • obat untuk kanker (misalnya gefitinib)
  • glipizide.
  • Beritahu dokter jika Anda punya alergi Ranitidine.
  • Infokan dokter obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah ada risiko interaksi obat Ranitidine.
  • Beritahukan dokter kondisi kesehatan Anda, terutama jika memiliki penyakit lain pada perut yang serius, diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru jangka panjang. 
  • Jika Anda sedang hamil, memiliki rencana untuk hamil, dan sedang menyusui, pastikan dokter tahu.
Apa Itu Ibuprofen? Ibuprofen adalah obat untuk untuk meredakan nyeri dan menurunkan deman. Obat ini juga memiliki efek antiradang. Ibuprofen bisa digunakan untuk meredakan nyeri haid, sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, atau nyeri sendi akibat radang sendi. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirop. Ibuprofen bekerja dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat kimia yang memicu timbulnya tanda dan gejala radang, termasuk nyeri, bengkak, atau demam, saat tubuh mengalami luka. Dengan begitu, keluhan akan mereda Golongan: Obat Keras Manfaat Ibuprofen: Digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi, nyeri pasca bedah, sakit kepala, gejala artritis reumatoid, gejala osteoartritis, gejala juvenile artritis reumatoid, menurunkan demam pada anak. Dosis dan Aturan Pakai Ibuprofen: ••Dosis Ibuprofen sirup 60ml: -Dewasa : 3-4 kali/hari, 1 sendok takar Anak-anak, untuk menurunkan demam dan meringankan nyeri. Dosis yang direkomendasikan 20 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi. -Untuk anak-anak: Anak 1-2 tahun : 3-4 kali/hari 1/4 sendok takar (50 mg) Anak 3-7 tahun : 3-4 kali/hari, 1/2 sendok makan (100 mg). Anak 8-12 tahun : 3-4 kali/hari, 1 sendok takar (200 mg). Sebaiknya dikonsumsi setelah makan. Efek Samping Ibuprofen: Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Pusing, sakit kepala, dispepsia, diare, mual, muntah, nyeri abdomen, konstipasi, hematemesis, melena, perdarahan lambung, ruam. Peringatan dan Perhatian: -Tidak dianjurkan pada lansia, kehamilan, persalinan, menyusui, pasien dengan perdarahan, ulkus, perforasi pada lambung, gangguan pernafasan, gangguan fungsi jantung, gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi hati, hipertensi tidak terkontrol, hiperlipidemia, diabetes melitus, gagal jantung kongestif, penyakit jantung iskemik, penyakit serebrovaskular, penyakit arteri periferal, dehidrasi, meningitis aseptik. -Kategori kehamilan : Kategori C: Mungkin berisiko. Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. -Kategori D pada trimester ke-3 atau menjelang persalinan: Terbukti berisiko terhadap janin.Apa Itu Atorvastatin Calcium 20 mg? Atorvastatin adalah obat untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam darah. Jika kolesterol dalam darah tetap terjaga dalam kadar normal, risiko terjadinya stroke dan serangan jantung akan semakin rendah. Atorvastatin menurunkan jumlah kolesterol dalam tubuh dengan cara menghambat enzim yang bertugas memproduksi kolesterol di hati. Dengan demikian, jumlah kolesterol jahat dalam darah akan turun. Golongan: Obat keras Manfaat Atorvastatin Calcium 20 mg:  Sebagai terapi tambahan di samping diet, untuk menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL, apolipoprotein-B, dan kadar trigliserida pada pasien dengan hiperkolesterolemia primer, hiperlipidemia kombinasi (campuran), serta hiperkolesterolemia familial heterozigot dan homozigot, bila diet dan penatalaksanaan non-farmakologik lainnya kurang berhasil. Dosis dan Aturan Pakai Atorvastatin Calcium 20 mg:
  • Dosis awal yang biasa diberikan adalah 10 mg 1 kali sehari. Rentang dosis adalah antara 10-80 mg sekali sehari sehari tergantung kadar LDL, Trigliserida. 
  • Hypercholesterolemia primer dan hyperlipidemia campuran: 10 mg, diberikan 1 kali sehari. 
  • Familial hypercholesterolemia homozigot: 10-80 mg per hari. 
  • Familial hypercholesterolemia heterozigot pada pasien anak-anak (10-17 tahun): dosis awal yang direkomendasikan adalah 10 mg/hari, dosis maksimum yang direkomendasikan adalah 20 mg/hari. Penyesuaian harus dilakukan pada interval 4 minggu. 
  • Kombinasi dg siklosporin, telaprevir, atau kombinasi tipranavir/ritonavir: Dosis tidak boleh melebihi 10 mg.
  Efek Samping Atorvastatin Calcium 20 mg: Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Atorvastatin secara umum ditoleransi dengan baik. Efek samping biasanya ringan dan sementara. Efek samping umum yang terjadi adalah:
  • Konstipasi
  • perut kembung
  • dyspepsia
  • nyeri abdomen
  • sakit kepala
  • mual
  • myalgia
  • lemas.
  Perhatian dan peringatan:
  • atorvastatin dikontraindikasikan pada ibu hamil dan yang berkemungkinan untuk hamil dan ibu menyusui
Apa Itu Paracetamol ? Paracetamol adalah obat untuk meredakan demam dan nyeri, termasuk nyeri haid atau sakit gigi. Paracetamol atau acetaminophen tersedia dalam bentuk tablet, sirop, tetes, suppositoria, dan infus. Walaupun mekanisme kerjanya belum diketahui secara pasti, paracetamol diketahui bekerja pada pusat pengaturan suhu yang ada di otak untuk menurunkan suhu tubuh saat seseorang sedang mengalami demam. Selain itu, obat ini juga bisa menghambat pembentukan prostaglandin, sehingga bisa meredakan nyeri Golongan: Obat Keras Manfaat Paracetamol : Manfaat Paracetamol adalah untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Selain itu, fungsi Paracetamol adalah sebagai penurun demam. Dosis dan Aturan Pakai Paracetamol: Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1-2 tablet/kaplet, 3-4 kali per hari Anak 6-12 tahun: ½-1 tablet/kaplet, 3-4 kali per hari Efek Samping : Efek samping yang dapat muncul adalah: ● Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal) ● Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal) ● Nyeri dan sensasi terbakar di area suntikan ● Gangguan saluran cerna: mual, muntah, sembelit ● Gangguan sistem saraf: sakit kepala ● Gangguan kejiwaan: insomnia ● Gangguan kulit dan jaringan subkutan: gatal dan kemerahan pada kulit ● Jarang terjadi: hipotensi (tekanan darah rendah) dan takikardia (denyut jantung di atas normal) Penyajian : Diminum sesudah makan Perhatian : ● Paracetamol sebaiknya tidak digunakan bersama obat-obatan di bawah ini: ▪ Warfarin ▪ Carbamazepine, dapat menurunkan efektivitas Paracetamol ▪ Primidone, phenytoin, atau phenobarbital, dapat menurunkan konsentrasi serum ▪ Metoclopramide, dapat menaikkan absorbsi Paracetamol ▪ Cholestyramine, dapat menurunkan absorbsi obat ● Mengonsumsi Paracetamol yang melebihi dosis dapat menyebabkan kerusakan hati, kadang-kadang cukup serius untuk memerlukan transplantasi hati atau menyebabkan kematian ● Beritahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit hati dan gangguan ginjal ● Konsumsi alkohol bersama Paracetamol dapat meningkatkan risiko kerusakan hatiApa Itu Piracetam ? Piracetam adalah kelompok obat yang dikenal sebagai analog GABA. Obat ini bekerja pada otak dan sistem saraf dan diduga dapat melindungi otak terhadap kekurangan oksigen (iskemia). Piracetam umumnya digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk mengobati myoclonus. Myoclonus adalah suatu kondisi dimana sistem saraf menyebabkan otot-otot, terutama di lengan dan kaki, mengalami kedutan tak terkendali. Piracetam digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif, mioklonus serta dapat mengatasi kedutan pada otot, disleksia, vertigo dan cedera pada kepala. Piracetam dapat mempengaruhi otak dan sistem saraf dengan melindungi korteks serebri agar tidak kekurangan oksigen. Golongan: Obat Keras Manfaat Piracetam : Piracetam digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif, mioklonus serta dapat mengatasi kedutan pada otot, disleksia, vertigo dan cedera pada kepala. Dosis dan Aturan Pakai Piracetam: Terapi tambahan dalam gangguan pada sisten saraf pusat (mioklonus kortikal) Dewasa: Awalnya, 7.2 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi; dapat meningkat 4.8 gram setiap 3-4 hari. Maksimal : 24 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.   Terapi tambahan pada penurunan kognisi otak karena gangguan otak (insufisiensi serebrokortikal) Dewasa: 2.4 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi. Untuk kasus yang parah: Hingga 4.8 gram setiap hari atau lebih tinggi   Efek Samping : Efek samping yang dapat muncul adalah:
  • Nyeri perut, diare, mual, muntah.
  • Gugup
  • Epilepsi yang memburuk
  • Halusinasi
  • Depresi
  • Mengantuk
  • Vertigo, sakit kepala
  • Insomnia
  • Kebingungan
  • Gangguan keseimbangan
  • Lemas
  • Gangguan pendarahan
  • Ruam, dan gatal
  Penyajian : Diminum sesudah makan    Perhatian :
  • Piracetam tidak boleh diberikan pada ibu menyusui.
  • Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:
  • Penderita gagal ginjal
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Memiliki riwayat pendarahan otak
  • Beberapa obat ini tidak disarankan dikonsumsi bersama Piracetam.
  • Dapat menyebabkan kebingungan, iritabilitas, dan gangguan tidur dengan ekstrak tiroid (T3 dan T4).
  • Peningkatan efek farmakologis dari antikoagulan, antiplatelet (misalnya Asam asetilsalisilat).
WeightN/AN/AN/AN/AN/AN/A
DimensionsN/AN/AN/AN/AN/AN/A
Additional information